Kalibrasi temperature pada PT100

 Abstrak  Kalibrasi temperatur berupa PT100 maupun thermocouple dapat menggunakan metode perbandingan maupun simulasi.  Metode perbandingan digunakan dengan cara membandingkan kalibrator standar berupa es batu maupun air mendidih  terhadap indikator digital controller E5EK Omron. Data pengukuran temperatur dihitung melalui ketidakpastian standar,  ketidakpastian master, ketidakpastian gabungan, dan ketidakpastian terentang. Hasil data pengukuran dibuat Simulasi  dengan manipulasi data pada indikator digital controller E5EK Omron dengan cara mencari InsL dan InsH untuk  menentukan nilai nominal temperatur.  Abstract  Temperature Calibration of PT100 and Thermocouple. The method of comparison used by comparing the calibrator  standard form of ice cubes and boiling water to E5EK Omron controllers digital indicators. Temperature measurement  data is calculated through a standard uncertainty, uncertainty master, uncertainty and uncertain...

Mengukur level dengan pressure

 Level merupakan parameter yang ada pada hampir setiap proses industri, ada banyak cara

mengukur level, yang paling sederhana adalah dengan menggunakan sight glass. Dengan

menggunakan sight glass, ketinggian dari liquid di dalam sebuah bejana/vesel akan secara

fisik terlihat, sehingga dengan membuat skala pada sight glass, kita dapat langsung

menentukan berapa persenkah tinggi permukaan cairan tersebut dari tinggi

vessel tangki/bejana.Pada

gambar, sebuah tangki dihubungkan dengan sebuah selang transparan dengan

memakai skala 0-100% dari total tinggi tangki. Prinsip pengukuran level ini memanfaatkan

sifat dari zat cair yang akan mengisi semua ruang yang dia lewati pada bejana

berhubungan. Ketinggian zat cair di dalam tangkin akan sama dengan ketinggian zat cair

yang berada pada selang transparan yang berfungsi sebagai sight glass. Kita dapat langsung

mengetahui ketinggian (level) zat cair yang berada di dalam tangki dengan melihat

ketinggian zat cair yang berada pada selang transparan (sight glass) tersebut. Namun

informasi ini hanya dapat disajikan langsung di lapangan, atau langsung melihatnya

dimana selang transparan tersebut terpasang. Metode pengukuran level ini tergolong murah.

Tekanan Hidrosatik

Setiap zat cair yang menempati sebuah bejana/vessel/tangki, akan memiliki tekanan

hidrostatik yang besarnya sebanding dengan level zat cair tersebut, dengan asusmsi masa

jenis (sg=specific gravity)-nya tetap.

Tekanan hidrostatik

Gambar di atas adalah sebuah tangki terbuka (permukaannya terhubung ke atmosfer),

dimana disitu akan bekerja tekanan P1 sebesar tekanan atmosfer, yang kemudian akan kita

abaikan karena kita akan mengukur tekanan “gauge”.

Asumsikan zat cairnya adalah air, dengan masa jenis ρ = 1000 kg/m³. Dengan ketinggian

permukaan dari dasar tangki tempat pengukuran tekanan adalah 10 meter. Maka tekanan

P2 yang bekerja pada pressure gauge adalah:

ρ = masa jenis air = 1000 kg/m³

g = gaya gravitasi bumi = 9,8 m/s²

h = ketinggian air dasar tanki = 10 m

P2 = ρ × g × h

P2= 1000 kg/m³ × 9,8 m/s² × 10 m

P2 = 98000 kg/m³ × m/s² × m

P2 = 98000 kgmm/m³s²

P2 = 98000 kgm/s²m²

P2 = 98000 Nm² –> Dikoreksi menjadi “N/m²”, terima kasih kepada Pak Rival Alexander atas koreksinya

P2 = 98000 Pascal

P2 = 98 kilopascal = 14.2136983 PSI = 0.9993218887 kg/cm².

Grafik hubungan level dengan pressure

Dari tabel dan dari grafik, kita bisa melihat bahwa level (h) berbanding lurus dengan

pressure (P), sehingga dengan mengukur pressure pada titik dasar tangki, kita dapat

mengetahui level dari air di dalam tangki. Misalnya hasil pengukura presure pada dasar

tangki, kita mendapat 4,2641 PSI, maka dengan membalikkan perhitungan di atas, kita akan

mendapatkan level sebesar 3 meter.

Bagaimana menyajikan level di DCS, PLC atau Controller?

Pressure gauge yang terpasang di dasar tanki tadi, bisa diganti dengan menggunakan

sebuah pressure transmitter yang dikalibrasi dengan rentang ukur (range) input 0 sampai

14,2137 PSI, biar gampang (tidak direkomendasikan pada praktek di lapaangan), kita

bulatkan menjadi 14PSI, dan output, misalnya, 4-20 mA (mili ampere).

representasi parameter (sinyal)

Sinyal 4-20 mA yang merepresentasikan sinyal input dari pressure transmitter—dalam

contoh ini transmitter dikalibrasi 0-14 PSI untuk output 4-20mA, diteruskan ke receiver

yang bisa berupa DCS, PLC ataupun controller, yang terhubung dengan station yang

berfungsi sebagai MMI (Man-Machine Interface) atau HMI (Human-Machine Interfacer),

pada DCS, PLC ataupun controller, sinyal 4-20mA tersebut di-scalling lagi menjadi bentuk

engineering unit (meter) sehingga dengan variasi 0-10 meter level pada tanki, bisa

ditampilkan 0-10 meter (engineering unit) pada HMI/MMI.

Sehingga representasi sinyal secara keseluruhan menjadi:

1. 0-10 meter level dalam tangki

2. 0-14 PSI tekanan hidrostatik pada input trasmitter

3. 4-20mA sinyal transmisi pada input DCS, PLC, controller

4. di DCS, PLC, controller di-scalling menjadi engineering unit kembali (0-10 meter),

dengan tidak memperhatikan proses analog to digital conversion

5. Tampilan pada MMI/HMI dalam bentuk Engineering Unit (meter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dasar teori PLC

Cara menjadi technician instrument

Jenis-jenis valve dan fungsinya