Kalibrasi temperature pada PT100

 Abstrak  Kalibrasi temperatur berupa PT100 maupun thermocouple dapat menggunakan metode perbandingan maupun simulasi.  Metode perbandingan digunakan dengan cara membandingkan kalibrator standar berupa es batu maupun air mendidih  terhadap indikator digital controller E5EK Omron. Data pengukuran temperatur dihitung melalui ketidakpastian standar,  ketidakpastian master, ketidakpastian gabungan, dan ketidakpastian terentang. Hasil data pengukuran dibuat Simulasi  dengan manipulasi data pada indikator digital controller E5EK Omron dengan cara mencari InsL dan InsH untuk  menentukan nilai nominal temperatur.  Abstract  Temperature Calibration of PT100 and Thermocouple. The method of comparison used by comparing the calibrator  standard form of ice cubes and boiling water to E5EK Omron controllers digital indicators. Temperature measurement  data is calculated through a standard uncertainty, uncertainty master, uncertainty and uncertain...

Dasar teori PLC

 BAB II

DASAR TEORI

2.1 Programmable Logic Controller (PLC)

2.1.1 Pengertian PLC

Sebuah PLC (Programmable Logic Controller) adalah sebuah alat yang 

digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relay yang ada pada sistem kontrol 

konvensional. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor), 

kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, berupa 

menghidupkan atau mematikan keluaran. Program yang digunakan adalah berupa 

ladder diagram yang kemudian harus dijalankan oleh PLC. Dengan kata lain PLC 

menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrument keluaran yang berkaitan 

dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati. Proses yang di kontrol ini dapat 

berupa regulasi variabel secara kontinyu seperti pada sistem - sistem servo, atau hanya 

melibatkan kontrol dua keadaan (on/off) saja, tetapi dilakukan secara berulang-ulang 

seperti umum dijumpai pada mesin pengeboran, sistem konveyor dan lain sebagainya. 

PLC secara bahasa berarti pengontrol logika yang dapat diprogram, tetapi pada 

kenyataannya, PLC secara fungsional tidak lagi terbatas pada fungsi-fungsi logika saja.

Sebuah PLC dewasa ini juga dapat melakukan perhitungan-perhitungan aritmatika yang 

relatif kompleks, fungsi komunikasi, dokumentasi dan lain sebagainya. PLC banyak 

digunakan pada aplikasi-aplikasi industri, misalnya pada proses pengepakan, perakitan 

otomatis dan lain-lain. Hampir semua aplikasi kontrol listrik membutuhkan PLC. 

Alasan utama perancangan PLC adalah untuk menghilangkan beban ongkos perawatan 

dan penggantian sistem kontrol mesin berbasis relay

[1]

. Adapun ciri atau karateristik 

PLC memiliki beberapa aspek sebagai berikut :

a. PLC sebenarnya suatu sistem berbasis mikroprosesor yang memiliki fungsi - fungsi 

dan fasilitas utama dari sebuah mikro komputer.

b. PLC diprogram melalui programming unit yang bisa berupa terminal komputer 

dengan VDU (Video Display Unit) dan keyboard atau dengan terminal portabel

khusus (mirip kalkulator dengan tampilan LCD). Pada saat ini PLC dapat di program 

melalui PC.

c. PLC mengontrol suatu alat berdasarkan status masukan/keluaran suatu alat dan 

program.

Sehingga pengertian PLC yang awalnya berfungsi menggantikan peran relay, 

dapat diartikan sesuai kata penyusunnya adalah sebagai berikut [2]

:

a. Programmable yaitu menunjukkan kemampuannya yang dapat dengan mudah 

diubah-ubah sesuai program yang dibuat dan kemampuannya dalam hal memori 

program yang telah dibuat.

b. Logic yaitu menunjukkan kemampuannya dalam memproses input secara aritmatik 

(ALU) dengan melakukan proses membandingkan, menjumlahkan, mengkalikan, 

membagi, dan mengurangi.

c. Controller yaitu menunjukkan kemampuannya dalam mengontrol dan mengatur 

proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan. 

Selanjutnya berdasarkan jumlah input/output yang dimilikinya ini, secara umum 

PLC dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu :

a. PLC mikro, PLC dapat dikategorikan mikro jika jumlah input/output pada PLC ini 

kurang dari 32 terminal. Berikut ini adalah gambar salah satu jenis PLC mikro yang 

ditunjukkan pada Gambar 2.1 di bawah ini.

b. PLC mini, kategori ukuran mini adalah jika PLC tersebut memiliki jumlah 

input/output antara 32 sampai 128 terminal. Berikut ini adalah gambar salah satu 

jenis PLC mini yang ditunjukkan pada Gambar 2.2 di bawah ini.

Gambar 2.2 PLC mini OMRON type CP1L [3]

.

c. PLC large, PLC ukuran ini dikenal juga dengan PLC tipe rack dimana PLC dapat 

dikategorikan sebagai PLC besar jika jumlah input/outputnya lebih dari 128 terminal.

Berikut ini adalah gambar salah satu jenis PLC mini yang ditunjukkan pada 

Gambar 2.3.

Gambar 2.3 PLC large OMRON type CJ series [3]

.

2.1.2 Fungsi PLC

PLC ini dirancang untuk menggantikan satu rangkaian relay sequensial dalam 

suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan 

dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian 

komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami

dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software 

yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.

Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan 

pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-on atau meng-off kan output-

output. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output 

banyak. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh PLC, yaitu sebagai [2]

:

2.1.2.1 Sequence Control 

a. Pengganti relay control logic.

b. Timers/counters.

c. Pengganti pengendali yang berupa papan rangkaian elektronik.

d. Pengendali mesin dan proses.

2.1.2.2 Kontrol Canggih

a. Operasi aritmatik ( +, -, x, : ).

b. Penanganan informasi.

c. Kontrol analog (suhu, tekanan, dan lain-lain).

d. PID (Proposional Integrator Differensiator).

e. Servo motor control.

f. Stepper motor control.

2.1.2.3 Kontrol Pengawasan

a. Proses monitor dan alarm.

b. Monitor dan diagnosa kesalahan .

c. Antarmuka dengan komputer (RS 232 / RCS 485).

d. Antarmuka dengan printer / ASCII.

e. Jaringan kerja otomasi pabrik.

f. Local Area Network.

g. Wide Are Network.

2.1.3 Kelebihan PLC

Sistem kontrol menggunakan PLC mempunyai banyak keuntungan dibandingkan 

sistem kontrol menggunakan peralatan kontrol yang dirangkai secara listrik seperti relay 

atau kontaktor yaitu :

a. PLC didesain untuk bekerja dengan kehandalan yang tinggi dan jangka waktu 

pemakaian yang lama pada lingkungan industri.

b. Jika sebuah aplikasi kontrol yang kompleks dan menggunakan banyak relay, maka 

akan lebih murah apabila kita menggunakan/memasang satu buah PLC sebagai alat 

kontrol.

c. PLC dapat dengan mudah diubah-ubah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dengan cara 

memprogram ulang sesuai yang kita inginkan.

d. PLC dapat melakukan diagnosa dan menunjukkan kesalahan apabila terjadi 

gangguan sehingga ini sangat membantu dalam melakukan pelacakan gangguan.

e. PLC juga dapat berkomunikasi dengan PLC lain termasuk juga dengan komputer. 

Sehingga kontrol dapat ditampilkan di layar komputer, di dokumentasikan, serta 

gambar kontrol dapat dicetak dengan menggunakan printer.

f. Mudah dalam melakukan pelacakan gangguan kontrol.

PLC mempunyai kemampuan menggantikan logika dan pengerjaan sirkit kontrol 

relay yang merupakan instalasi langsung. Rangkaian kontrol cukup dibuat secara 

software. Pengkabelan hanya diperlukan untuk menghubungkan peralatan input dan 

output. Hal ini mempermudah dalam mendesain dan memodifikasi rangkaian, karena 

cukup dengan mengubah program PLC.

2.1.4 Struktur Unit PLC

Secara umum PLC terdiri dari dua komponen utama (Gambar 2.4)

[2]

yaitu :

2.1.4.1 Central Processing Unit (CPU)

Unit processor atau Central Processing Unit (CPU) adalah unit yang berisi 

mikroprosessor yang mengolah sinyal-sinyal input dan melaksanakan pengontrolan, 

sesuai dengan program yang disimpan di dalam memori, lalu mengkomunikasikan 

keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai sinyal-sinyal kontrol ke interface output.

Fungsi CPU adalah mengatur semua proses yang terjadi di PLC. Ada tiga komponen 

utama penyusun CPU ini, yaitu processor, memory dan power supply.

2.1.4.2 Sistem Antarmuka Input/Output

Pada umumnya informasi data pada PLC dinyatakan dalam bentuk tegangan 

listrik antara 5-15 VDC, sedangkan sistem tegangan di luar bervariasi antara 24-240 

VDC maupun AC. Unit I/O dimaksudkan untuk interfacing antara besaran kedua 

tersebut. Adapun komponen utama PLC ditunjukkan pada Gambar 2.4 di bawah ini.

 

Gambar 2.4 Blok diagram PLC [4]

.

Konfigurasi fisik PLC terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut [5]

:

a. Fixed 

Terdiri dari bagian processor, masukan-keluaran, catu daya dalam satu unit.

b. Modular

PLC modular terdiri dari chassis di mana catu daya, CPU dan semua modul masukan 

dan keluaran sebagai perangkat keras yang dapat dipasang dan dilepas secara 

terpisah.Untuk mengetahui blok diagram keseluruhan PLC ditunjukkan pada

Dalam proses pengolahan data di dalam memori PLC, PLC dapat memberikan 

sinyal-sinyal troubleshooting melalui indikator lampu atau kondisi error pada ladder 

diagram pada PLC. Adapun troubleshooting dalam PLC adalah sebagai berikut :

a. Faults indicators.

b. Run/stop indicators.

c. Input/output status indicators.

2.1.5 Data dan Memori PLC

Aturan penulisan memori PLC adalah [5]

:

a. Word atau channel yang terdiri dari 16 bit, ditulis XXX.

b. Bit atau contact yang terdiri dari 1 bit, ditulis XXXXX .

c. Dua angka yang paling belakang (di garis bawahi) menunjukkan nomor contact dan, 

sisa angka yang di depan menunjukkan nomor channel.

Memori juga merupakan elemen yang terdapat pada CPU yang berupa IC 

(integrated circuit). Karateristik memori ini mudah dihapus dengan mematikan catu 

daya. Seperti halnya sistem komputer, memory PLC terdiri atas RAM dan ROM. 

Kapasitas memory antara satu PLC dengan yang lain berbeda-beda tergantung pada type

dan pabrik pembuatnya. Beberapa pabrik menyatakan ukuran memory dalam byte, ada 

juga yang kilobyte, dan ada pula yang dinyatakan dengan jumlah instruksi yang dapat 

disimpan [7]

:

1. Random Acces Memory

Random Acces Memory mempunyai singkatan kode RAM. Program yang ditulis 

umumnya disimpan dalam RAM yang ada di dalam PLC sehingga dapat diubah/diedit 

melalui programming unit. Kerugian penyimpanan di RAM adalah program dan data 

akan hilang ketika power supply mati. Untuk mengatasi hal ini, RAM dapat di back-up 

dengan battery lithium, sehingga meskipun power supply mati, program dan data tidak 

hilang. Umumnya bila battery tidak rusak, program dan data disimpan selama 5 tahun.

2. Read Only Memory

Read only memory mempunyai singkatan kode ROM. Semua data yang ada dapat 

dibaca, tetapi tidak dapat ditulisi, karena termasuk data non volatile yang tersedia secara 

permanen. Supaya program dalam RAM bisa dieksekusi harus ada operating system) 

PLC. Operating system ini dibuat oleh pabrik pembuat PLC yang disimpan dalam ROM 

dan hanya dapat dibaca oleh processor. Dalam beberapa PLC tidak menggunakan ROM 

tetapi EPROM atau EEPROM. Pengguna dapat juga menyimpan program di sebagian 

tempat di EEPROM atau dikenal sebagai flash memory.

Sehingga secara garis besar ada tiga fungsi memory yaitu untuk menyimpan 

informasi yang diperlukan untuk menjalankan program, untuk menyimpan program 

(program storage), untuk menyimpan pesan (program message). Memori PLC terdiri 

dari :

a. Internal Relay

Internal Relay mempunyai singkatan kode IR. Relay mempunyai pembagian fungsi 

seperti IR input, IR output, dan juga IR work area (untuk pengolahan data pada 

program). IR input dan IR output adalah IR yang berhubungan dengan terminal input

dan output pada PLC. Sedangkan IR work area tidak dihubungkan ke terminal PLC, 

akan tetapi berada dalam internal memory PLC dan fungsinya untuk pengolahan 

logika program kiat (manipulasi program).

Ada juga IR yang difungsikan untuk SYSMAC Bus Area, special I/O unit area,

optical I/O unit area, dan group 2 high density I/O unit area. Sysmac bus area 

berfungsi untuk komunikasi data PLC antara CPU PLC dan I/O unit PLC hanya 

menggunakan 2 kabel saja (RS 485), maksimal 200 meter. Special I/O unit area

merupakan IR yang digunakan oleh special I/O unit PLC (contoh: analog input, 

analog output dan lain-lain), untuk mengatur, menyimpan dan mengolah datanya. 

Optical I/O Unit area adalah IR yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan 

data dari optical I/O unit PLC. Group 2 high density I/O unit area adalah IR untuk 

menyimpan dan mengolah data dari high density I/O unit group 2.

b. Special Relay

Special Relay mempunyai singkatan kode SR. Special relay adalah relay yang 

mempunyai fungsi-fungsi khusus seperti untuk flags (misalnya pada instruksi 

penjumlahan terdapat kelebihan digit pada hasilnya (cary flags), kontrol bit PLC, 

informasi kondisi PLC, dan system clock (pulsa 1 detik, 0,2 detik, dll).

c. Auxilary Relay 

Auxilary Relay mempunyai singkatan kode AR. Terdiri dari flags dan bit untuk 

tujuan-tujuan khusus. Dapat menunjukkan kondisi PLC yang disebabkan oleh 

kegagalan sumber tegangan, kondisi special I/O, kondisi input/output unit, kondisi 

CPU PLC, kondisi memori PLC dan lain-lain.

d. Holding Relay

Holding Relay mempunyai singkatan kode HR. Dapat difungsikan untk menyimpan 

data (bit-bit penting) karena tidak akan hilang walaupun sumber tegangan PLC mati.

e. Link relay

Link Relay mempunyai singkatan kode LR. Digunakan untuk data link pada PLC link 

system. Artinya untuk tukar menukar informasi antar dua PLC atau lebih dalam suatu 

sistem kontrol yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan menggunakan 

banyak PLC (minimum 2 PLC).

f. Temporary Relay

Temporary Relay mempunyai singkatan kode TR. Berfungsi untuk penyimpanan 

sementara kondisi logika program pada ladder diagram yang mempunyai titik 

percabangan khusus.

g. Timer/Counter

Timer relay mempunyai singkatan kode TR dan counter relay mempunyai singkatan 

kode CNT. Untuk mendefinisikan suatu sistem waktu tunda/time delay (timer)

ataupun untuk penghitung (counter). Untuk timer mempunyai orde 100 ms, ada yang 

mempunyai orde 10 ms yaitu TIMH (15). Untuk TIM 000 s/d TIM 015 dapat 

dioperasikan secara interrupt untuk mendapatkan waktu yang lebih presisi.

h. Data Memory

Data memory disingkat dengan kode DM. Data memory berfungsi untuk 

penyimpanan data-data program karena isi DM tidak akan hilang (reset) walaupun 

sumber tegangan PLC mati. Macam - macam DM adalah sebagai berikut :

1. DM Read/write

Pada DM ini bisa dihapus dan ditulis oleh program yang kita buat. Jadi sangat 

berguna untuk manipulasi program.

2. DM special I/O unit

DM ini berfungsi untuk menyimpan dan mengolah hasil dari special I/O unit, 

mengatur dan mendefinisikan sistem kerja special I/O unit.

3. DM history log

Pada DM disimpan informasi-informasi penting pada saat PLC terjadi kegagalan 

sistem operasionalnya. Pesan-pesan kesalahan sistem PLC yang disimpan adalah 

berupa kode-kode angka tertentu.

4. DM link test area

Berfungsi untuk menyimpan informasi-informasi yang menunjukkan status dari 

sistem link PLC.

5. DM setup

Berfungsi untuk setup kondisi default (kondisi kerja saat PLC aktif). Pada DM 

inilah kemampuan kerja suatu PLC didefinisikan untuk pertama kalinya sebelum 

PLC tersebut diprogram dan dioperasikan pada suatu sistem kontrol. Tentu saja

setup PLC tersebut disesuaikan dengan sistem kontrol yang bersangkutan.

i. Upper Memory

Upper memory mempunyai singkatan kode yaitu UM. Memori ini berfungsi untuk 

menyimpan dan menjalankan program kita (user program). Kapasitasnya tergantung 

pada masing-masing tipe PLC yang dipakai.

Semua memori (selain DM dan UM) di atas dapat anda bayangkan seperti relay yang 

mempunyai coil, contact NO dan contact NC. Timer/counter juga dapat dibayangkan 

seperti timer/counter seperti pada umumnya. Timer/counter pada PLC juta 

mempunyai NO dan NC.

DM tidak mempunyai contact, yang ada hanya channel/word saja. DM dapat 

difungsikan untuk penyimpanan data-data penting yang tidak boleh hilang waktu 

power padam, atau untuk manipulasi program kita.

Memori yang sifatnya dapat menyimpan data program jika listrik mati adalah DM 

dan HR, sedangkan yang lain akan kembali reset (hilang).

Pemrograman PLC ada dua macam yaitu dengan ladder diagram atau dengan 

mnemonic.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara menjadi technician instrument

Jenis-jenis valve dan fungsinya